Sabtu, 22 Februari 2014

Cara membuat blog di blogspot

Bagi anda yang ingin membuat blog, berikut ini sedikit penjelasan yang dapat Cak Lumen sampaikan sebagai panduan awal.

Apa itu Blog ?

Blog adalah sebuah istilah yang terbentuk dari kata WEBLOG, adalah sebuah diskusi dalam bentuk situs atau informasi yang dipublikasikan di World Wide Web (WWW), yang terdiri dari entri / tulisan / selanjutnya disebut "posting", yang  biasanya ditampilkan dalam urutan kronologis (posting terbaru muncul pertama kali) . 

Sampai tahun 2009 bentuk dari blog biasanya adalah berupa karya tulis dari seorang individu /perorangan, namun kadang-kadang juga dari sebuah kelompok kecil, dan seringnya berkenaan dengan satu objek penulisan. Namun baru-baru ini ada penulisan blog multi objek/ide dan telah dikembangkan, dan di edit oleh sejumlah besar penulis dan profesional (bisa disingkat "Multi-Author-Blogs/ MABs). MABs dari surat kabar, media lain, universitas, kelompok pemikir, kelompok advokasi dan lembaga-lembaga sejenis account untuk kuantitas peningkatan traffic blog / lalu lintas data di blog. Munculnya Twitter dan lainnya yang merupakan sebuah sistem "microblogging" telah membantu mengintegrasikan MABs dan blog-blog tunggal kedalam jejaring sosial yang luas. Akhirnya "Blog" juga dapat digunakan sebagai kata kerja, yang berarti "memelihara" (meng-update) atau menambahkan konten ke blog.

Dikutip dan diterjemahkan dari sini.


Sejarah Blog

Istilah blog tidak ada sampai akhir tahun 1990.  Sebelum menjadi populer, komunitas digital (usenet, layanan komersial online seperti Genie, BIX dan Compuserve, BBS, dll), forum internet membuat percakapan dengan link-link tertentu. Beberapa proyek tersebut boleh jadi disamakan dengan blogging untuk sebuah "proyek pengamatan" pada pertengahan abad ke -20.



Ada media bernama Usenet yang termasuk dalam arti yang asli dari jaringan internet. Didalamnya ada moderator dari sebuah newsgroup yang memungkinkan semua postingan berada dibawah kendali suatu individu atau kelompok kecil yang telah ditentukan mereka.   Pada akhir tahun 1983 hal ini dinamai dikelola dan diciptakan oleh Brian E. Redman, dimana dia dan rekannya membuat keteraturan dalam link dan forum diskusi. Lalu dari sebuah newsgroup berkembang ke link moderasi newsgroup yang lain, dimulai tanggal 7 Agustus 1987, dan terus aktif sampai tahun 2011.

Pada awal 1990-an, ketika Tim Berners-Lee menciptakan istilah "world wide web" dan mendefinisikan standar pertama bagi HTML dan URL, spesifikasi yang berkaitan dengan bloging membuat newsgroup USENET menjadi semacam bloging untuk penerbitan tulisan dan diskusi.
Tulisan lebih lengkap dapat anda dapatkan di sini.





 

Rabu, 19 Februari 2014

Fushtun yang tersayang

Di rentang waktu Oktober hingga Desember 2013 hampir semua media mengulas dan memberitakan kasus korupsi terbaru yang menimpa partai Kebanggaan ummat Islam Indonesia, PKS.
Sangat disayangkan memang, namun bak kata pepatah beras sudah menjadi nasi, kejadian sudah terjadi dan tak guna disesali. Cak lumen merenung lama memahami peristiwa kasus suap sapi ini. Apa ya ..  Konsekwensi nya....
Terus partai mana lagi yang akan dipilih.
Kalau partai yang selama ini dipercaya untuk mempelopori kebersihan bernegara ternyata diselimuti gairah nafsu kepada fushtun-fushtun tersayang.....
ohhhh... fushtun .......






Selasa, 09 November 2010

Teluk dan Pulau Nan Indah



Berdiri memandang laut dengan teluk yang meliuk elok, sungguh membuat perasaan berdebar kagum. Selalu begitu kalau berhadapan dengan indahnya panorama. Perasaan kagum berubah takjub kalau sambil merenung. Setelah itu, kosong, pasrah... Ini semua keindahan wajah Nya. "Kemanapun kamu memandang disitu wajahNYA". benar-benar alam itu adalah 'ayat' - tanda tanda kekuasaan Tuhan.

Ini pantai dengan teluk yang berhadapan dengan dua buah pulau yang ada di Kec. Muara Batang Gadis, Kab. Mandailing Natal. Dijepret tanggal 10 Oktober 2010, mudah-mudahan tetap indah, tidak tercemar dan tidak terkena bencana tsunami. Tapi kalau itu terjadi, photo ini menjadi kenangan.

Kamis, 12 Agustus 2010

Indahnya Pantai Perawan di Muara Batang Gadis



Sepanjang horizon mata memandang terlihat garis tipis horizontal di ufuk barat, matahari ufuk barat bermandikan cahaya keemasan nan elok, bersibakkan awan gemawan putih dan kelabu bersampiran bersandingan merona merah dibiaskan cahaya. Wah, sulit juga menggambarkan keindahannya, anda harus kesana sih, mengalami sendiri.
Memijak kan kaki di pasir halus membentang sepanjang 170 km (bayangkan tuh).
Amat panjang, namun tetap hijau karena disisi daratan ditumbuhi pohon pinus dan pohon nyiur / kelapa memanjang berjejer di setiap tepian yang bisa kita lihat.
Pantai tersebut berada di Kecamatan Muara Batang Gadis Kab. Mandailing Natal.
Biasa disebut pantai barat Sumatera.

Keelokan panorama yang tidak bosannya kita lihat (karena kita bukan orang sana), tentu menyebabkan rasa ingin tinggal lebih lama dan menikmati debur ombaknya membuat kita ingin berumah dipinggirannya. Tapi kalau kita perhatikan, orang di sekitar pantai amatlah bersahaja dan seolah sudah menyatu dengan keadaan pantai sehingga mereka adalah bagian dari pantai itu sendiri. Mereka tidak lagi melihat keindahan pantai, karena mereka adalah bagian dari keindahan pantai itu.

Nelayan yang merajut jala-jala ikan, sedang mengemasi barang-barang untuk melaut, dan anak-anak mereka yang berjejeran melihat persiapan pergi dan pulang melaut, seolah merajut kepentingan hari dan petang itu tiada sudah, dan tiada hal yang luar biasa, tapi coba lihat lagi, sungguh, indah banget….. busyeet…. Hal biasa begitu kok jadi indah ya… sungguh, karena hidup ini pasti berakhir, terasa banget rasa syukur di hati, karena paling tidak kita telah mengalaminya.

Sore-sore, udah hampir maghrib, beberapa orang teman menyalakan api unggun di tepian pantai perawan muara batang gadis tadi. Tak lama kemudian, lidah apinya melenggak lenggok diterpa angin laut, merah kekuningan, memercikkan bunga api, kecil dan ramai meninggalkan pantai, api terus membesar membakar kayu-kayu pinus kecil dan sedang yang kami kumpulkan karena terserak di pinggir pantai perawan.
Waktu berjalan terus, tak lama azan maghrib mengalun lembut mengelus gendang telinga, menggetarkan syaraf dan rasa kalbu. Kami pun sholat maghrib di tepi pantai beralaskan kayu papan. Debur ombak dan sisa-sisa sunset di depan kami ketika sholat, langsung berhadapan, sepanjang yang bisa terlihat, horizon yang makin menggelap, pendaran cahaya mentari yang terlelap ditutup awan sore, menambah rasa khusyuk hingga tahiyat akhir.

Selasa, 13 Juli 2010

This is Not “our” life

Pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati dan ketulusan jiwa, izinkanlah cak Lumen melontarkan sebuah pertanyaan sederhana : Untuk apa kita hidup ?
Pertanyaan yang jarang ditanyakan setiap hari memang, tapi kita layak memikirkan jawabannya. Bagi yang mau tentunya. Anda boleh tidak menjawabnya, dan boleh juga menjawabnya dalam hati. Kalau cak Lumen, lebih memilih untuk memahami rencana jawabannya. Pemahaman cak Lumen terhadap rencana jawabannya, adalah bahwa kita tidak memiliki hidup. Kita tidak pernah meminta hidup, dan seingat kita memang kita tidak pernah minta dihidupkan. Kita dihidupkan, tentunya oleh Sang Maha Hidup. Jadi, hidup bukan milik kita, dan kita hidup bukan untuk hidup, melainkan untuk Sang Maha Hidup. DIA yang meng hidup kan kita, jadi hidup yang ’rasanya’ milik kita ini, adalah milik NYA, dan untuk NYA. Karena DIA lah yang memiliki hidup, maka hidup itu sendiri adalah DIA. DIA lah yang HIDUP. Ngomong-ngomong siapakah DIA ?
Setiap tarikan nafas kita, setiap desir darah kita, setiap detak jantung, adalah manifestasi ”kenyataan” (baca : ’realitas’), ’haqiqah’ HIDUP NYA didalam diri kita. Karena kita tidak pernah punya rencana untuk hidup, maka sudah barang tentu sesuatu yang tidak pernah punya rencana untuk hidup, tidak memiliki kemampuan dan segenap potensi HIDUP. Dan sudah barang tentu, tidak memiliki potensi apapun, melainkan menerima dan menyatakan segenap potensi hidup yang ter’nyata’kan. Kenyataannya, sesuatu yang sedemikian nyata, tidak terlihat kita, manakalah hidup itu terlalu dekat dengan kenyataan sehari-hari. Kita terlalu silau dengan pancaran NUR HIDUP NYA. Saking dekatnya, mata kita tidak mampu melihat, seperti meletakkan tangan di mata kita, maka kita tidak melihat tangan lagi. Mata lahir kita terbatas, kemampuannya hanya melihat dengan jarak tertentu, dengan sisi tertentu, dan dengan interpretasi tertentu pula. Mata kita butuh ruang dan waktu.
Jadi, manakala HIDUP diletakkan apa adanya, dipandang apa adanya, dirasakan apa adanya, tentu akan kembali pada pemiliknya tanpa kurang suatu apa.
Dengan segala kerendahan hati, cak Lumen ingin mengatakan, bahwa tulisan ini bukanlah pemikiran yang mewah. Pemikiran tentang HIDUP, Sang Maha Hidup, bukanlah pemikiran yang mewah. Ditengah-tengah kesibukan kerja sehari-hari, ditengah-tengah perjuangan mencari nafkah, mencari sesuap nasi sebutir berlian, cak Lumen rasa, pemikiran ini sangat pantas di diskusikan, kalau bisa direnungkan, dirasakan, digetarkan, disisipkan, dilampirkan, dihamparkan, ditengah-tengah kenyataan, hampir lupanya kita akan pemikiran mendasar dan sederhana ini.
Baiklah, selanjutnya terserah kepada anda.... hidup ini milik anda atau bukan...... untuk anda sia-siakan atau anda dedikasikan kepada pemiliknya. ....................
Wassalam.

Kamis, 23 Juli 2009

Mancing ikan bandeng ....again..


Setelah beberapa waktu lalu merasakan sensasi tarikan ikan bandeng yang ganteng tapi binal itu, cak Lumen jadi ketagihan dan pengen merasakan sensasi nya lagi dan lagi .....

terus berangkat lagi ke lokasi yang sama dengan kemarin, di seputaran siombak tapi di lokasi kolam yang lain, namanya kolam Atok. masih dengan kru yang sama yaitu adiknya cak Lumen si wawan, yang kali ini udah mempersiapkan senjata pamungkasnya, yaitu umpan udang busuk, terus dikupas kulitnya.


nyampe di lokasi, udah agak siang, jam 2 an, maklum cak Lumen rada males bangun pagi, jadi mancingnya juga kesiangan. PEmancing kesiangan lah...


Abis membereskan settingan joran, nah, untuk urusan joran dan settingnya, cak Lumen lebih memilih model pancing jepit. Istilah setting joran dengan menggunakan pelampung terkecil, pemberat terkecil, dan benang atau kenur terhalus tapi kuat. Jorannya juga dipilih yang paling ringan dan daya ayunnya paling lentur (biasanya setting ini untuk mancing ikan nila lobang).


nggak nunggu lama, sekitar 20 menit, ikan bandeng yang ganteng berukuran setapak tangan, langsung nyambar dan mencoba meronta melepaskan diri, dengan sigap cak Lumen memberikan perlawanan tapi kurang siap juga dengan hentakan yang begitu tiba-tiba dari si ganteng, jadi ketika ditarik, lepas deh .....


Eh, nggak berapa lama adik cak Lumen, si wawan, yang giliran strike, dengan jantung berdebar kencang dan ketegangan yang tinggi, si ganteng yang makan umpannya walaupun berukuran agak besar tapi herannya kok agak manut ya kali ini, mungkin dia lagi lemes kali. jadi nggak begitu susah untuk diangkat ke darat. COba lihat photonya. ganteng kan ....

Mancing Ikan Bandeng


Cak Lumen di minggu lalu nyobain mancing di kolam yang ada ikan bandengnya, kata orang ikan bandeng itu rada galak dan asyik ketika lagi strike. So, Cak Lumen ngajak adiknya si wawan pergi mancing ke kolam yang berada di seputaran desa Siombak dekat Hamparan Perak di pinggiran kota Medan menuju Belawan.

Nah lho, agak lama juga dapetnya, pake umpan cacing nggak dimakan, pake mpun-mpun (sejenis cacing berbulu) yg biasa dipake pemancing disekitar pantai dan palu-palu, juga nggak dimakan, akhirnya cak Lumen cobain umpan udang yang udah agak bau, terus dikupas kulitnya, dan dipotong agak kecil dikit. Udah nunggu sekitar 1 jam lebih baru ada strike... Nah, serunya, waktu strike si bandeng langsung nyambar dan trus lari aja bawa tu umpan ke tengah kolam dan menghempas kesana kemari. Swaktu cak Lumen coba fight, eh, tu bandeng lompat agak tinggi juga, ampe setengah meter dan kelihatan liukan tubuhnya berbinar binar diterpa sinar matahari, sambil berakrobat ria berjumpalitan nggak tau juntrungannya...


akhirnya setelah berjuang lebih dari 45 menit untuk menaklukkannya, si bandeng dapat juga diangkat keatas. tuh liat deh photo ikan ganteng itu ....